<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>I Q R O &#039; : Media Pendidikan dan Kajian Islam</title>
	<atom:link href="http://paksalam.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://paksalam.wordpress.com</link>
	<description>Al-Alaq 1-5: 1- Bacalah dengan &#039;menyebut&#039; nama Tuhanmu yang Menciptakan, 2- Dia Telah menciptakan manusia dari segumpal darah, 3-  Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah, 4- Yang mengajar &#039;manusia&#039; dengan perantaran kalam, 5-  Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.</description>
	<lastBuildDate>Fri, 16 Sep 2011 06:57:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='paksalam.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/96afde7d834ca549c5c093e2abe6d7d0?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>I Q R O &#039; : Media Pendidikan dan Kajian Islam</title>
		<link>http://paksalam.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://paksalam.wordpress.com/osd.xml" title="I Q R O &#039; : Media Pendidikan dan Kajian Islam" />
	<atom:link rel='hub' href='http://paksalam.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Kiat Memilih Program Studi</title>
		<link>http://paksalam.wordpress.com/2010/09/25/kiat-memilih-program-studi/</link>
		<comments>http://paksalam.wordpress.com/2010/09/25/kiat-memilih-program-studi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 25 Sep 2010 15:15:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>paksalam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hoeda Salam, Ma'had 'Aly Hasyim Asy'ari PP. Tebuireng]]></category>
		<category><![CDATA[Dunia Kampus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://paksalam.wordpress.com/?p=503</guid>
		<description><![CDATA[Untuk melanjutkan studi ke jenjang pendidikan tinggi, seorang calon mahasiswa terlebih dahulu harus dapat mengukur kemampuannya, menentukan bidang apa yang diminatinya, menentukan jenis program pendidikan yang diinginkannya, dan mencari infomrasi mengenai perguruan tinggi mana yang menyelanggarakan bidang yang diminatinya tersebut. Termasuk menanyakan pada dirinya, apa yang menjadi cita-citanya? Keahlian apa yang diperlukan bila seorang mahasiswa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=paksalam.wordpress.com&amp;blog=5968664&amp;post=503&amp;subd=paksalam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-508" title="Kampus Tercinta" src="http://paksalam.files.wordpress.com/2010/09/dscn4286.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" width="150" height="112" />Untuk melanjutkan studi ke jenjang pendidikan tinggi, seorang calon  mahasiswa terlebih dahulu harus dapat mengukur kemampuannya, menentukan  bidang apa yang diminatinya, menentukan jenis program pendidikan yang  diinginkannya, dan mencari infomrasi mengenai perguruan tinggi mana yang  menyelanggarakan bidang yang diminatinya tersebut. Termasuk menanyakan  pada dirinya, apa yang menjadi cita-citanya? Keahlian apa yang  diperlukan bila seorang mahasiswa memilih karir tertentu? Apakah calon  mahasiswa yang bersangkutan ingin belajar jauh dari orangntuanya? Berapa  dana yang dibutuhkan? Pendeknya, ada beberapa yang yang dapat digunakan  sebagai pertimbangan ketika akan memilih suatu perguruan tinggi, antara  lain bidang studi, jurusan, biaya, reputasi perguruan tinggi yang  bersangkutan, status akreditasi, fasilitas pendidikan yang tersedia,  serta kualitas dan kuantitas dosen yang dimilikinya.</p>
<p style="text-align:justify;">Bidang Studi  hal pertama yang harus diperhatikan para calon mahasiswa adalah minat  yang akan berkaitan dengan bidang studi yang hendak ditekuni oleh calon  mahasiswa. Untuk memilih bidang studi ini, jangan segan-segan utnuk  mencari informasi termasuk kepada orangtua, teman maupun guru. Lebih  baik lagi jika bertanya kepada orang telah terjun langsung ke dunia  kerja di baidang yang diminatinya. Intinya adalah pastikan bahwa calon  mahasiswa atau orangtua mengerti benar tentang perbedaan antara satu  bidang studi dengan bidang studi yang lain, terutama bidang studi yang  memiliki kemiripan.</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk mendapatkan informasi mengenai bidang  studi di perguruan tinggi, calon mahasiswa dapat memanfaatkan fasilitas  Internet, melalui website-website dari perguruan tinggi yang dituju.  Atau dapat juga melakukan pencarian dengan Google dan bertanya melalui  mailing list.</p>
<p style="text-align:justify;">Salah satu hal yang sangat penting lainnya adalah  pertimbangan biaya kuliah. Sebaikan terlebih dahulu bicarakan dengan  orang yang akan membiayai kuliah, atau telilti keadaan keuangan yang  dimiliki bila akan membiayai kuliah sendiri. Sesuaikan jumlah dana yang  tersedia dengan biaya kuliah di perguruan tinggi yang akan menjadi  pilihannya. Buatlah rencana pembiayaan untuk melihat jumlah dana yang  tersedia selama masa studi. Jangan mengandalkan pekerjaan sampingan.  Pastikan bahwa dana yang dimiliki cukup untuk membiayai kuliah sampai  selesai. Risiko apabila dana tidak mencukup adalah kerugian yang cukup  besar, yaitu dana yang telah dikeluarkan sudah banyak, waktu terbuang  percuma dan kuliah tidak selesai.</p>
<p style="text-align:justify;">Taken from: http://www.dikti.go.id/</p>
<br />Filed under: <a href='http://paksalam.wordpress.com/category/hoeda-salam-mahad-aly-hasyim-asyari-pp-tebuireng/'>Hoeda Salam, Ma'had 'Aly Hasyim Asy'ari PP. Tebuireng</a> Tagged: <a href='http://paksalam.wordpress.com/tag/dunia-kampus/'>Dunia Kampus</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/paksalam.wordpress.com/503/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/paksalam.wordpress.com/503/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/paksalam.wordpress.com/503/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/paksalam.wordpress.com/503/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/paksalam.wordpress.com/503/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/paksalam.wordpress.com/503/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/paksalam.wordpress.com/503/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/paksalam.wordpress.com/503/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/paksalam.wordpress.com/503/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/paksalam.wordpress.com/503/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/paksalam.wordpress.com/503/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/paksalam.wordpress.com/503/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/paksalam.wordpress.com/503/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/paksalam.wordpress.com/503/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=paksalam.wordpress.com&amp;blog=5968664&amp;post=503&amp;subd=paksalam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://paksalam.wordpress.com/2010/09/25/kiat-memilih-program-studi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d2d92814ac2b4145ec80b27469721777?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">Pak Salam</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://paksalam.files.wordpress.com/2010/09/dscn4286.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Kampus Tercinta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ma&#8217;had Aly Sebagai Solusi</title>
		<link>http://paksalam.wordpress.com/2010/09/24/mahad-aly-sebagai-solusi/</link>
		<comments>http://paksalam.wordpress.com/2010/09/24/mahad-aly-sebagai-solusi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 Sep 2010 18:30:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>paksalam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hoeda Salam, Ma'had 'Aly Hasyim Asy'ari PP. Tebuireng]]></category>
		<category><![CDATA[Kajian Ilmu Fiqh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://paksalam.wordpress.com/?p=500</guid>
		<description><![CDATA[Ditengah deru modernisasi dengan segala kompleksitasnya, pesantren dipaksa melakukan pembaharuan terhadap muatan pendidikannya. Pemaksaan pembaharuan itu semakin dirasa perlu terlebih dengan menjamurnya pendidikan berlabel internasional. Hal ini tentu saja menyebabkan persaingan kualitas pesantren dan pendidikan di luar pesantren semakin ketat. Karena itu, apabila pesantren ingin tetap mendapat pilihan dimata masyarakat maka pesantren harus melakukan pembenahan, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=paksalam.wordpress.com&amp;blog=5968664&amp;post=500&amp;subd=paksalam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Ditengah deru modernisasi dengan segala kompleksitasnya, pesantren dipaksa melakukan pembaharuan terhadap muatan pendidikannya. Pemaksaan pembaharuan itu semakin dirasa perlu terlebih dengan menjamurnya pendidikan berlabel internasional. Hal ini tentu saja menyebabkan persaingan kualitas pesantren dan pendidikan di luar pesantren semakin ketat. Karena itu, apabila pesantren ingin tetap mendapat pilihan dimata masyarakat maka pesantren harus melakukan pembenahan, baik dari segi manajemen, kurikulum, sarana prasarana, serta faktor penunjang lainnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebenarnya, corak pendidikan Islam bukan hanya pesantren saja. Di Indonesia pemerintah juga mendirikan UIN, IAIN, STAIN dengan bangunan dan fasilitas yang cukup megah. Namun ketiga lembaga yang diharapkan mampu menjembatani nilai dan ajaran pesantren dengan metodologi sains yang lebih modern itu tidak berfungsi secara optimal. Pada saat yang sama, pesantren yang masih sangat tradisional juga tidak kalah memprihatinkan.banyak pesantren tradisional dengan fasilitas seadanya dan jauh dari sentuhan modern.</p>
<p style="text-align:justify;">Disinilah perlunya dilakukan penyelarasan tradisi dan modernitas di tengah dunia pesantren. Dalam hal ini diperlukan adanya pembaharuan di pesantren, terutama mengenai metodologi pengajarannya, namun pembaharuan ini tidak harus meninggalkan praktek pengajaran lama, karena memang disinilah karakter khas dan indegenousitas pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam di Indonesia. Justru yang perlu dilakukan adalah, adanya konfigurasi sistemik dan kultural antara metodologi tradisional dengan metodologi konvensional modern. Dengan demikian, penerapan metodologi pengajaran modern dan pembangunan kultur belajar yang dialogis-emansipatoris bisa seirama dengan watak asli dari kultur pesantren.</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk itu, adanya program Ma’had Aly kiranya menjadi solusi atas problem tersebut. Ma’had Aly akan mengisi kekurangan UIN, IAIN, STAIN dalam hal penguasaan kitab kuning (<em>al-Turats</em>) buah karya ulama<em> mutaqadimin, </em>maupun kitab kontemporer sebagai buah karya ulama <em>mutaakhirin. </em>Pada saat yang bersamaan, Ma’had Aly juga menguasai metodologi pendidikan modern yang hal ini tidak dikuasai oleh pesantren tradisional. Sehingga nantinya Ma’had Aly bisa mengintegrasikan sebagai cendikiawan yang berakhlakul karimah, tawadlu, sholih sebagaimana khas ulama salaf, juga Ma’had Aly bisa mempromosikan sebagai cendikiawan yang menguasai sains dan metodologi modern khas perguruan tinggi di dunia.</p>
<br />Filed under: <a href='http://paksalam.wordpress.com/category/hoeda-salam-mahad-aly-hasyim-asyari-pp-tebuireng/'>Hoeda Salam, Ma'had 'Aly Hasyim Asy'ari PP. Tebuireng</a> Tagged: <a href='http://paksalam.wordpress.com/tag/kajian-ilmu-fiqh/'>Kajian Ilmu Fiqh</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/paksalam.wordpress.com/500/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/paksalam.wordpress.com/500/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/paksalam.wordpress.com/500/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/paksalam.wordpress.com/500/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/paksalam.wordpress.com/500/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/paksalam.wordpress.com/500/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/paksalam.wordpress.com/500/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/paksalam.wordpress.com/500/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/paksalam.wordpress.com/500/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/paksalam.wordpress.com/500/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/paksalam.wordpress.com/500/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/paksalam.wordpress.com/500/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/paksalam.wordpress.com/500/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/paksalam.wordpress.com/500/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=paksalam.wordpress.com&amp;blog=5968664&amp;post=500&amp;subd=paksalam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://paksalam.wordpress.com/2010/09/24/mahad-aly-sebagai-solusi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d2d92814ac2b4145ec80b27469721777?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">Pak Salam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Asuransi Dalam Islam</title>
		<link>http://paksalam.wordpress.com/2010/07/26/asuransi-dalam-islam/</link>
		<comments>http://paksalam.wordpress.com/2010/07/26/asuransi-dalam-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Jul 2010 14:47:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>paksalam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hoeda Salam, Ma'had 'Aly Hasyim Asy'ari PP. Tebuireng]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://paksalam.wordpress.com/?p=458</guid>
		<description><![CDATA[Asuransi sebagai salah satu lembaga keuangan yang bergerak dalam bidang pertanggungan merupakan sebuah institusi modern hasil temuan dari dunia Barat yang lahir bersamaan dengan adanya semangat pencerahan (reinaissance). Institusi ini bersama dengan lembaga keuangan bank menjadi motor penggerak ekonomi pada era modern dan berlanjut pada masa sekarang. Dasar yang menjadi semangat operasional asuransi modern adalah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=paksalam.wordpress.com&amp;blog=5968664&amp;post=458&amp;subd=paksalam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-462" title="Asuransi" src="http://paksalam.files.wordpress.com/2010/07/asuransi1.jpeg?w=150&#038;h=137" alt="" width="150" height="137" />Asuransi sebagai salah satu lembaga keuangan yang bergerak dalam bidang pertanggungan merupakan sebuah institusi modern hasil temuan dari dunia Barat yang lahir bersamaan dengan adanya semangat pencerahan (<em>reinaissance</em>). Institusi ini bersama dengan lembaga keuangan bank menjadi motor penggerak ekonomi pada era modern dan berlanjut pada masa sekarang. Dasar yang menjadi semangat operasional asuransi modern adalah berorientasikan pada sistem kapitalis yang intinya hanya bermain dalam pengumpulan modal untuk keperluan pribadi atau golongan tertentu, dan kurang atau tidak mempunyai akar untuk pengembangan ekonomi pada tataran yang lebih komprehensif.</p>
<p style="text-align:justify;">Lain halnya dengan asuransi syari’ah. Asuransi dalam literatur keislaman lebih banyak bernuansa sosial daripada bernuansa ekonomi atau <em>profit oriented</em> (keuntungan bisnis). Hal ini dikarenakan oleh aspek tolong-menolong yang menjadi dasar utama dalam menegakkan praktik asuransi dalam Islam.<a href="#_ftn1">[1]</a> Maka, ketika perusahaan yang berorientasi kepada <em>profit</em>, akan berakibat pada penggabungan dua visi yang berbeda, yaitu visi sosial (<em>social vision</em>) yang menjadi landasan utama (<em>eminent</em>), dan visi ekonomi (<em>economic vision</em>) yang merupakan landasan pariferal.</p>
<p style="text-align:justify;">Akan terlihat lain, jika kita menyamakan dengan konsep asuransi yang berkembang di dunia Barat. Asuransi sebagai perusahaan modern merupakan hasil temuan dunia Barat yang diadopsi ke dunia Timur (baca: Islam) dengan landasan utamanya adalah nilai-nilai ekonomi dan kapitalistis. Tak heran, jika dalam asuransi Barat nilai utama yang dikedepankan adalah nilai ekonomi (<em>economic value</em>). Seorang yang masuk sebagai nasabah sebuah perusahaan asuransi, akan mempunyai pemikiran bagaimana dia mendapatkan keuntungan dari perusahaan asuransi tersebut. Logika ini didasarkan pada semangat revolusi industri yang berkembang di dunia Barat.</p>
<p style="text-align:justify;">Tatkala Barat memasuki fase <em>renaissance</em> (pencerahan),<a href="#_ftn2">[2]</a> tulang punggung penggerak aspek ekonomi mereka adalah lembaga keuangan yang berbasis pada dunia perbankan dan perasuransian. Kedua lembaga keuangan tersebut merupakan mesin ekonomi dunia Barat yang berfungsi sebagai alat dalam pemenuhan kebutuhan ekonominya. Setelah keadaan tersebut mapan di dunia Barat, terjadilah transformasi teknologi ke dunia Timur dengan membawa kedua lembaga tersebut dalam suasana kehidupan ekonomi.<a href="#_ftn3">[3]</a></p>
<p style="text-align:justify;">Dunia Timur (dalam hal ini dunia Islam) memandang kedua lembaga tersebut sebagai sesuatu yang baru, yang sebenarnya tidak ditemukan dalam praktek kehidupan umat Islam. Dari sini, diperlukan adanya proses purifikasi dan sentuhan nilai-nilai keislaman terhadap kedua lembaga keuangan tersebut (perbankan dan perasuransian). Logika yang mudah dipahami dalam posisi seperti ini adalah keharusan dalam melakukan “Islamisasi”<a href="#_ftn4">[4]</a> terhadap segala sesuatu yang berasal dari dunia Barat.</p>
<p style="text-align:justify;">Tinjauan di atas didasarkan pada satu pemikiran bahwa dalam Islam “belum dikenal” adanya praktik perbankan dan perasuransian, dalam artian sebagai sebuah perusahaan perekonomian modern. Lain halnya jika dalam literatur keislaman ditemukan adanya konsep yang betul-betul menjelaskan secara detail tentang praktik perbankan dan perasuransian dalam Islam. Berarti kita sudah tidak tidak harus bersusah payah melakukan tugas “Islamisasi” yang terkadang membawa konotasi negatif bahwa ajaran Islam itu belum sempurna, karena harus mengadopsi temuan yang dihasilkan oleh dunia Barat.</p>
<p style="text-align:justify;">Kata asuransi berasal dari bahasa Inggris, <em>insurance</em>,<a href="#_ftn5">[5]</a> yang dalam bahasa Indonesia telah menjadi bahasa populer dan diadopsi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia dengan padanan kata “pertanggungan”.<a href="#_ftn6">[6]</a> Echols dan Syadilly memaknai kata <em>insurance</em> dengan (a) asuransi, dan (b) jaminan.<a href="#_ftn7">[7]</a> Dalam bahasa Belanda biasa disebut dengan istilah <em>assurantie</em> (asuransi) dan <em>verzekering</em> (pertanggungan).<a href="#_ftn8">[8]</a></p>
<p style="text-align:justify;">Sedangkan dalam bahasa Arab, kata asuransi dikenal dengan istilah <em>al-Ta&#8217;min</em> diambil dari kata <em>Amina</em> yang berarti <em>Ithma-anna </em>(Tenteram) dan <em>Watsiqo </em>(Mempercayai).<a href="#_ftn9">[9]</a></p>
<p style="text-align:justify;">Mengenai definisi asuransi secara baku dapat dilacak dari peraturan (perundang-undangan) dan beberapa buku yang berkaitan dengan asuransi, seperti yang tertulis di bawah ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Muhammad Muslehuddin dalam bukunya <em>Insurance and Islamic Law</em> mengadopsi pengertian asuransi dari <em>Encyclopeadia Britanica</em> sebagai suatu persediaan yang disiapkan oleh sekelompok orang, yang dapat tertimpa kerugian, guna menghadapi kejadian yang tidak diramalkan, sehingga bila kerugian tersebut menimpa salah seorang di antara mereka maka beban kerugian tersebut akan disebarkan ke seluruh kelompok.<a href="#_ftn10">[10]</a></p>
<p style="text-align:justify;">Lebih jauh Muslehuddin menjelaskan pengertian asuransi dalam sudut pandang yang berbeda, serta mengalami kesimpang-siuran. Ada yang mendefinisikan asuransi sebagai perangkat untuk menghadapi kerugian,<a href="#_ftn11">[11]</a> dan ada yang mengatakannya sebagai persiapan menghadapi resiko.<a href="#_ftn12">[12]</a> Dilihat dari signifikansi kerugian, Adam Smith berpendapat bahwa asuransi dengan menyebarkan beban kerugian kepada orang banyak, membuat kerugian menjadi ringan dan mudah bagi seluruh masyarakat.<a href="#_ftn13">[13]</a></p>
<p style="text-align:justify;">Wijono Prodjodikoro dalam bukunya Hukum Asuransi di Indonesia memaknai asuransi sebagai suatu persetujuan di mana pihak yang menjamin berjanji kepada pihak yang dijamin, untuk menerima sejumlah uang premi sebagai pengganti kerugian, yang mungkin akan diderita oleh yang dijamin, karena akibat dari suatu peristiwa yang belum jelas.<a href="#_ftn14">[14]</a></p>
<p style="text-align:justify;">Sedang dalam pandangan Abbas Salim, asuransi dipahami sebagai suatu kemauan untuk menetapkan kerugian-kerugian kecil (sedikit) yang sudah pasti sebagai (substitusi) kerugian-kerugian yang belum pasti.<a href="#_ftn15">[15]</a></p>
<p style="text-align:justify;">Dalam Ensiklopedi Hukum Islam disebutkan bahwa asuransi (Ar: <em>at-ta’min</em>) adalah transaksi antara dua belah pihak; pihak yang satu berkewajiban membayar iuran dan pihak yang lain berkewajiban memberikan jaminan sepenuhnya kepada pembayar iuran jika terjadi sesuatu yang menimpa pihak pertama sesuai dengan perjanjian yang dibuat.<a href="#_ftn16">[16]</a></p>
<p style="text-align:justify;">Dalam Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (KUHD) pasal 246 dijelaskan bahwa yang dimaksud asuransi atau pertanggungan adalah suatu perjanjian (timbal balik), dengan mana seorang penanggung mengikatkan diri kepada seorang tertanggung, dengan menerima suatu premi, untuk memberikan penggantian kepadanya, karena suatu kerugian, kerusakan, atau kehilangan keuntungan yang diharapkan, yang mungkin akan dideritanya, karena suatu peristiwa tak tentu (<em>onzeker vooral</em>).<a href="#_ftn17">[17]</a></p>
<p style="text-align:justify;">Menurut Ahmad Azhar Basyir yang dimaksud dengan asuransi adalah suatu perjanjian, dengan mana seorang penanggung mengikatkan diri kepada seorang tertanggung, dengan menerima premi, untuk memberikan penggantian kepadanya karena kerugian, kerusakan, atau kehilangan keuntungan yang diharapkan, yang mungkin akan dideritanya karena suatu peristiwa yang tak tertentu.<a href="#_ftn18">[18]</a></p>
<p style="text-align:justify;">Herman Darmawi dalam bukunya Manajemen Asuransi memberikan definisi asuransi dari berbagai sudut pandang, yaitu dari sudut pandang ekonomi, hukum, bisnis, sosial, ataupun berdasarkan pengertian matematika.<a href="#_ftn19">[19]</a> Lebih lanjut Darmawi menyatakan bahwa asuransi merupakan bisnis yang unik, yang di dalamnya terdapat kelima aspek tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam pandangan ekonomi, asuransi merupakan metode untuk mengurangi resiko dengan jalan memindahkan dan mengombinasikan ketidakpastian akan adanya kerugian keuangan (<em>financial</em>). Dari sudut pandang hukum, asuransi merupakan suatu kontrak (perjanjian) pertanggungan risiko antara tertanggung dengan penanggung. Penanggung berjanji akan membayar kerugian yang disebabkan oleh resiko yang dipertanggungkan kepada tertanggung. Sedangkan tertanggung membayar premi secara periodik kepada penanggung. Menurut pandangan bisnis, asuransi adalah sebuah perusahaan yang usaha utamanya menerima/menjual jasa, pemindahan risiko dari pihak lain, dan memperoleh keuntungan dengan berbagi risiko (<em>sharing of risk</em>) di antara sejumlah nasabahnya. Dari sudut pandang sosial, asuransi didefinisikan sebagai organisasi sosial yang menerima pemindahan resiko dan mengumpulkan dana dari anggotanya guna membayar kerugian yang mungkin terjadi pada masing-masing anggota tersebut. Dalam pandangan matematika, asuransi merupakan aplikasi matematika dalam memperhitungkan biaya dan faedah pertanggungan risiko. Hukum probabilitas dan teknik statistik dipergunakan untuk mencapai hasil yang dapat diramalkan.<a href="#_ftn20">[20]</a></p>
<p style="text-align:justify;">Sedang menurut Fathurrahman Djamil, asuransi adalah suatu persetujuan dalam mana pihak yang menanggung berjanji terhadap pihak yang ditanggung untuk menerima sejumlah premi mengganti kerugian yang mungkin akan diderita oleh pihak yang ditanggung, sebagai akibat suatu peristiwa yang belum terang akan terjadi.<a href="#_ftn21">[21]</a></p>
<p style="text-align:justify;">Radiks Purba mendefinisikan asuransi sebagai suatu persetujuan, di mana penanggung mengikatkan diri kepada tertanggung, dengan mendapat premi, untuk mengganti kerugian karena kehilangan, kerugian, atau tidak diperolehnya keuntungan yang diharapkan, yang dapat diderita karena peristiwa yang tidak diketahui lebih dahulu.<a href="#_ftn22">[22]</a></p>
<p style="text-align:justify;">Definisi asuransi menurut Undang-Undang No. 2 Tahun 1992 tentang Usaha Perasuransian bab I pasal 1 “Asuransi atau pertanggungan adalah perjanjian antara dua pihak atau lebih, dengan mana pihak penanggung mengikatkan diri kepada tertanggung dengan menerima premi asuransi, untuk memberikan penggantian kepada tertanggung karena kerugian, kerusakan, atau kehilangan keuntungan yang diharapkan, atau tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga yang mungkin akan diderita tertanggung, yang timbul dari suatu peristiwa yang tidak pasti, atau untuk memberikan suatu pembayaran yang didasarkan atas meninggal atau hidupnya seseorang yang dipertanggungkan”.</p>
<p style="text-align:justify;">Islam memandang “pertanggungan” sebagai suatu fenomena sosial yang dibentuk atas dasar saling tolong menolong dan rasa kemanusiaan. Hal ini sesuai dengan pilihan kata yang dipakai oleh Mohd. Ma’sum Billah untuk mengartikan “pertanggungan” dengan kata *C’AD, yang mempunyai arti “<em>shared responbility, shared gurantee, responbility, assurance or surety</em>” (saling bertanggung jawab, saling menjamin, saling  menanggung).<a href="#_ftn23">[23]</a> Secara definitif, Billah memaknai <em>takaful</em> dengan <em>mutual guarantee provided by a group of people living in the same society againts a defined risk or catastrophe befalling one’s life, property or any form of valuable things</em> (jaminan bersama yang disediakan oleh sekelompok masyarakat yang hidup dalam satu lingkungan yang sama terhadap risiko atau bencana yang menimpa jiwa seseorang, harta benda, atau segala sesuatu yang berharga).<a href="#_ftn24">[24]</a></p>
<p style="text-align:justify;">Tawaran kata yang dipakai oleh Billah ini juga diikuti oleh Muhammad bin Ahmad Ash-Shalih dalam bukunya yang berjudul <em>At-Takaful Al-Ijtima’i fi Asy-Syari’ah Al-Islamiyyah wa Dauruhu fi Himaayah  Al-Maal Al-‘Aam wa Al-Khass</em>. Dalam hal ini Ash-Shalih bercerita tentang tanggung jawab sosial dalam Islam yang tercermin dalam pelaksanaan kewajiban mengeluarkan zakat dan wakaf.<a href="#_ftn25">[25]</a></p>
<p style="text-align:justify;">Searti dengan kata <em>takaful</em> adalah lafadz <em>tadhamun</em> yang pemaknaannya sama, yaitu saling menanggung. Adalah Muhammad Sauqi Al-Fanjari yang memakai kata <em>tadhamun</em> sebagai pengungkapan arti tanggung jawab sosial bersama.<a href="#_ftn26">[26]</a></p>
<p style="text-align:justify;">
<hr size="1" />
<p style="text-align:justify;"><a href="#_ftnref1">[1]</a> Hal ini tersirat dalam wujud pentasyri’atan zakat dalam hukum Islam, yang secara tidak langsung merupakan salah satu bagian yang tidak dapat dipisahkan dari konsep pertanggungan dalam Islam. Institusi zakat yang merupakan kewajiban bagi setiap muslim, di samping bernuansa <em>ta’abbudi</em> juga merupakan aspek yang berdimensi sosial, yaitu mempunyai tujuan utama dalam bentuk <em>social oriented</em>.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="#_ftnref2">[2]</a> Fase renaissance dalam dunia Barat ditandai dengan semangat revolusi industri setelah ditemukan pertama kali mesin uap oleh James Watt dalam membantu perkembangan industri-pabrik di negara Barat.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="#_ftnref3">[3]</a> Transfer teknologi ditandai proses kolonialisasi (<em>imperialisme</em>) dan pencarian wilayah baru dalam pengembangan aktivitas ekonomi. Lihat Harun Nasution, <strong><em>Pembaharuan dalam Islam; Sejarah Pemikiran dan Gerakan</em></strong>, cet. Ke-12, (Jakarta: Bulan Bintang, 1996), Hal. 28-33</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="#_ftnref4">[4]</a> Islamisasi ilmu pengetahuan adalah suatu proses pemberian nilai-nilai keislaman pada ilmu pengetahuan. Walaupun pada dasarnya ilmu pengetahuan itu mempunyai sifat yang obyektif-positif-universal, tetapi dalam perkembangannya diperlukan adanya tuntunan dari nilai-nilai Islam di dalamnya agar terjadi sebuah tatanan kehidupan yang Islami. Sehingga lahirlah istilah ekonomi Islami, hukum Islami, politik Islami sebagai wujud dari hasil kerja Islamisasi terhadap ilmu pengetahuan.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="#_ftnref5">[5]</a> John M. Echols dan Hassan Syadilly, <strong><em>Kamus Inggris-Indonesia</em></strong>, (Jakarta: Gramedia, 1990), Hal. 326</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="#_ftnref6">[6]</a> DEPDIKBUD, <strong><em>Kamus Besar Bahasa Indonesia</em></strong>, (Jakarta: Balai Pustaka, 1996), Hal. 63</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="#_ftnref7">[7]</a> John M. Echols dan Hassan Syadilly, <strong><em>Loc.Cit</em></strong>,.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="#_ftnref8">[8]</a> Wirjono Prodjodikoro, <strong><em>Hukum Asuransi di Indonesia</em></strong>, (Jakarta: Pembimbing, 1958), Hal. 1. KH. Ali Yafie, <strong><em>Asuransi dalam Pandangan Syari’at Islam; Menggagas Fiqh Sosial</em></strong>, (Bandung: Mizan, 1994), Hal. 205-206. lihat juga Emmy P. Simanjuntak, <strong><em>Hukum Pertanggungan</em></strong>, (Yogyakarta: UGM Press, 1982), Hal. 7</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="#_ftnref9">[9]</a> Sa&#8217;di Abu Jaib, <strong><em>al-Ta&#8217;min baina al-Hadzri wa al- Ibahah, </em></strong>(Siria: Dar al-Fikr,1989), Hal. 15</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="#_ftnref10">[10]</a> Muhammad Muslehuddin, <strong><em>Insurance and Islamic Law</em></strong>, terjemahan oleh Burhan Wirasubrata, <strong><em>Menggugat Asuransi Modern; mengajukan suatu Alternatif Baru dalam Perspektif Hukum Islam</em></strong>, cet. I, (Jakarta: Lentera, 1999), Hal. 3. Lihat juga dalam <strong><em>Encyclopaedia Britanica</em></strong>, elevent edition, (Cambridge, 1910), Hal. 656</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="#_ftnref11">[11]</a> Yang menggambarkan asuransi sebagai “iuran kerugian” adalah Cannan, <strong><em>A Review of Economic Theory</em></strong>, (London: 1912), Hal. 424. <strong><em>Encyclopaedia  of Banking and Finance</em></strong>, (New York, 1937), Hal. 385. <strong><em>Distribusi Kerugian</em></strong> dalam WF. Gephart, <strong><em>Principles of Insurance</em></strong>, (New York, 1911), Hal. 4-5. LD. Edie, <strong><em>Economics; Principles and Problems</em></strong>, (London: 1926), Hal. 215. HA. Silverman, <strong><em>The Subtance of Economic</em></strong>, (London: 1933), Hal. 164</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="#_ftnref12">[12]</a> Yang lain mendefinisikan sebagai “menggabungkan resiko”. C. Gide, <strong><em>Political economy</em></strong>, (London: 1933), Hal. 745. dan ada lagi yang mendefinsikan sebagai penyebaran resiko.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="#_ftnref13">[13]</a> Adam Smith, <strong><em>Wealth of Nations</em></strong>, (London: 1903), Hal. 248</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="#_ftnref14">[14]</a> Wirjono Prodjodikoro, <strong><em>Hukum Asuransi di Indonesia</em></strong>, (Jakarta: Intermasa, 1987), Hal. 1</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="#_ftnref15">[15]</a> Abbas Salim, <strong><em>Asuransi dan Manajemen Risiko</em></strong>, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2000), Hal. 1</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="#_ftnref16">[16]</a> Abdul Aziz Dahlan dkk. (ed.), <strong><em>Ensiklopedi Hukum Islam</em></strong>, (Jakarta: Ichtiar Baru Van Hoeve, 1996), Hal. 138</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="#_ftnref17">[17]</a> HMN. Purwosutjipto, <strong><em>Pengertian Pokok Hukum Dagang Indonesia 6</em></strong>, (Jakarta: Djambatan, 1986), Hal. 1</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="#_ftnref18">[18]</a> Ahmad Azhar Basyir, <strong><em>Takaful sebagai Alternatif Asuransi Islam</em></strong>, dalam <strong><em>Bulletin Ulumul Qur’an</em></strong>, 2/VII/96, Hal. 15</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="#_ftnref19">[19]</a> Herman Darmawi, <strong><em>Manajemen Asuransi</em></strong>, cet. III, (Jakarta Bumi Aksara, 2001), Hal. 2</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="#_ftnref20">[20]</a> Herman Darmawi, <strong><em>Ibid.</em></strong>, Hal. 3</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="#_ftnref21">[21]</a> Fathurrahman Djamil, <strong><em>Metode Ijtihad Majelis Tarjih Muhammadiyah</em></strong>, (Jakarta: Logos, 1995), Hal. 133</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="#_ftnref22">[22]</a> Radiks Purba, <strong><em>Memahami Asuransi di Indonesia</em></strong>, (Jakarta: PPM, 1992), Hal. 40</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="#_ftnref23">[23]</a> Mohd. Ma’sum Billah, <strong><em>Principles and Practices of Takaful and Incsurance Compared</em></strong>, (Kuala Lumpur: IIUM Press, 2001), Hal. 17. lebih jauh Billah menjelaskan bahwa dalam lafadz <em>Takaful</em> terkandung arti <em>musyarakah</em>.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="#_ftnref24">[24]</a> Mohd. Ma’sum Billah, <strong><em>Ibid.</em></strong>, Hal. 18</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="#_ftnref25">[25]</a> Muhammad bin Ahmad Ash-Shalih, <strong><em>At-Takaful Al-Ijtima’i fi Asy-Syari’ah Al-Islamiyyah wa Dauruhu fi Himaayah  Al-Maal Al-‘Aam wa Al-Khass</em></strong>, (Universitas Islam Imam Muhammad bin Sa’ud: 1407 H).</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="#_ftnref26">[26]</a> Muhammad Sauqi Al-Fanjari, <strong><em>Al-Islam wa Al-Ta’min</em></strong>, (Riyadl Saudi Arabiyah: Akadz, 1984), Hal. 23</p>
<br />Filed under: <a href='http://paksalam.wordpress.com/category/hoeda-salam-mahad-aly-hasyim-asyari-pp-tebuireng/'>Hoeda Salam, Ma'had 'Aly Hasyim Asy'ari PP. Tebuireng</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/paksalam.wordpress.com/458/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/paksalam.wordpress.com/458/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/paksalam.wordpress.com/458/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/paksalam.wordpress.com/458/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/paksalam.wordpress.com/458/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/paksalam.wordpress.com/458/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/paksalam.wordpress.com/458/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/paksalam.wordpress.com/458/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/paksalam.wordpress.com/458/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/paksalam.wordpress.com/458/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/paksalam.wordpress.com/458/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/paksalam.wordpress.com/458/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/paksalam.wordpress.com/458/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/paksalam.wordpress.com/458/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=paksalam.wordpress.com&amp;blog=5968664&amp;post=458&amp;subd=paksalam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://paksalam.wordpress.com/2010/07/26/asuransi-dalam-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d2d92814ac2b4145ec80b27469721777?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">Pak Salam</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://paksalam.files.wordpress.com/2010/07/asuransi1.jpeg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Asuransi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pembelajaran Afektif</title>
		<link>http://paksalam.wordpress.com/2010/07/26/pembelajaran-afektif/</link>
		<comments>http://paksalam.wordpress.com/2010/07/26/pembelajaran-afektif/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Jul 2010 14:27:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>paksalam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hoeda Salam, Ma'had 'Aly Hasyim Asy'ari PP. Tebuireng]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://paksalam.wordpress.com/?p=451</guid>
		<description><![CDATA[Belajar dipandang sebagai upaya sadar seorang individu untuk memperoleh perubahan perilaku secara keseluruhan, baik aspek kognitif, afektif dan psikomotor. Namun hingga saat ini dalam praktiknya, proses pembelajaran di sekolah tampaknya lebih cenderung menekankan pada pencapaian perubahan aspek kognitif (intelektual), yang dilaksanakan melalui berbagai bentuk pendekatan, strategi dan model pembelajaran tertentu. Sementara, pembelajaran yang secara khusus [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=paksalam.wordpress.com&amp;blog=5968664&amp;post=451&amp;subd=paksalam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Belajar dipandang sebagai upaya sadar seorang individu untuk memperoleh perubahan perilaku secara keseluruhan, baik aspek kognitif, afektif dan psikomotor. Namun hingga saat ini dalam praktiknya, proses pembelajaran di sekolah tampaknya lebih cenderung menekankan pada pencapaian perubahan aspek kognitif (intelektual), yang dilaksanakan melalui berbagai bentuk pendekatan, strategi dan model pembelajaran tertentu. Sementara, pembelajaran yang secara khusus mengembangkan kemampuan afektif tampaknya masih kurang mendapat perhatian. Kalaupun dilakukan mungkin hanya dijadikan sebagai efek pengiring (<em>nurturant effect</em>) atau menjadi <em>hidden curriculum, </em>yang disisipkan dalam kegiatan pembelajaran yang utama yaitu pembelajaran kognitif atau pembelajaran psikomotor.</p>
<p style="text-align:justify;"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-454" title="Pembelajaran Afektif" src="http://paksalam.files.wordpress.com/2010/07/img_0373.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" width="150" height="112" />Secara konseptual maupun emprik, diyakini bahwa aspek afektif memegang peranan yang sangat penting terhadap tingkat kesuksesan seseorang dalam bekerja maupun kehidupan secara keseluruhan. Meski demikian, pembelajaran afektif justru lebih banyak dilakukan dan dikembangkan di luar kurikulum formal sekolah. Salah satunya yang sangat populer adalah model pelatihan kepemimpinan ESQ ala Ari Ginanjar.</p>
<p style="text-align:justify;">Pembelajaran afektif berbeda dengan pembelajaran intelektual dan keterampilan, karena segi afektif sangat bersifat subjektif, lebih mudah berubah, dan tidak ada materi khusus yang harus dipelajari. Hal-hal diatas menuntut penggunaan metode mengajar dan evaluasi hasil belajar yang berbeda dari mengajar segi kognitif dan keterampilan. Ada beberapa model pemebelajaran afektif. Merujuk pada pemikiran Nana Syaodih Sukmadinata (2005) akan dikemukakan beberapa model pembelajaran afektif yang populer dan banyak digunakan.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>1. Model Konsiderasi</strong></p>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;">Manusia seringkali bersifat egoistis, lebih memperhatikan, mementingkan, dan sibuk dan sibuk mengurusi dirinya sendiri. Melalui penggunaan model konsiderasi (<em>consideration model</em>) siswa didorong untuk lebih peduli, lebih memperhatikan orang lain, sehingga mereka dapat bergaul, bekerja sama, dan hidup secara harmonis dengan orang lain.</p>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;">Langkah-langkah pembelajaran konsiderasi: (1) menghadapkan siswa pada situasi yang mengandung konsiderasi, (2) meminta siswa menganalisis situasi untuk menemukan isyarat-isyarat yang tersembunyi berkenaan dengan perasaan, kebutuhan dan kepentingan orang lain, (3) siswa menuliskan responsnya masing-masing, (4) siswa menganalisis respons siswa lain, (5) mengajak siswa melihat konsekuesi dari tiap tindakannya, (6) meminta siswa untuk menentukan pilihannya sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>2. Model pembentukan rasional </strong></p>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;">Dalam kehidupannya, orang berpegang pada nilai-nilai sebagai standar bagi segala aktivitasnya. Nilai-nilai ini ada yang tersembunyi, dan ada pula yang dapat dinyatakan secara eksplisit. Nilai juga bersifat multidimensional, ada yang relatif dan ada yang absolut. Model pembentukan rasional (rational building model) bertujuan mengembangkan kematangan pemikiran tentang nilai-nilai.</p>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;">Langkah-langkah pembelajaran rasional: (1) menigidentifikasi situasi dimana ada ketidakserasian atu penyimpangan tindakan, (2) menghimpun informasi tambahan, (3) menganalisis situasi dengan berpegang pada norma, prinsip atu ketentuan-ketentuan yang berlaku dalam masyarakat, (4) mencari alternatif tindakan dengan memikirkan akibat-akibatnya, (5) mengambil keputusan dengan berpegang pada prinsip atau ketentuen-ketentuan legal dalam masyarakat.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>3. Klarifikasi nilai </strong></p>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;">Setiap orang memiliki sejumlah nilai, baik yang jelas atau terselubung, disadari atau tidak. Klarifikasi nilai (value clarification model) merupakan pendekatan mengajar dengan menggunakan pertanyaan atau proses menilai (valuing process) dan membantu siswa menguasai keterampilan menilai dalam bidang kehidupan yang kaya nilai. Penggunaan model ini bertujuan, agar para siwa menyadari nilai-nilai yang mereka miliki, memunculkan dan merefleksikannya, sehingga para siswa memiliki keterampilan proses menilai.</p>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;">Langkah-langkah pembelajaran klasifikasi nilai: (1) pemilihan: para siswa mengadakan pemilihan tindakan secara bebas, dari sejumlah alternatif tindakan mempertimbangkan kebaikan dan akibat-akibatnya, (2) mengharagai pemilihan: siswa menghargai pilihannya serta memperkuat-mempertegas pilihannya, (3) berbuat: siswa melakukan perbuatan yang berkaitan dengan pilihannya, mengulanginya pada hal lainnya.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>4. Pengembangan moral kognitif</strong></p>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;">Perkembangan moral manusia berlangsung melalui restrukturalisasi atau reorganisasi kognitif, yang yang berlangsung secara berangsur melalui tahap pra-konvensi, konvensi dan pasca konvensi. Model ini bertujuan membantu siswa mengembangkan kemampauan mempertimbangkan nilai moral secara kognitif.</p>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;">Langkah-langkah pembelajaran moral kognitif: (1) menghadapkan siswa pada suatu situasi yang mengandung dilema moral atau pertentangan nilai, (2) siswa diminta memilih salah satu tindakan yang mengandung nilai moral tertentu, (3) siswa diminta mendiskusikan/ menganalisis kebaikan dan kejelekannya, (4) siswa didorong untuk mencari tindakan-tindakan yang lebih baik, (5) siswa menerapkan tindakan dalam segi lain.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>5. Model nondirektif</strong></p>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;">Para siswa memiliki potensi dan kemampuan untuk berkembang sendiri. Perkembangan pribadi yang utuh berlangsung dalam suasana permisif dan kondusif. Guru hendaknya menghargai potensi dan kemampuan siswa dan berperan sebagai fasilitator/konselor dalam pengembangan kepribadian siswa. Penggunaan model ini bertujuan membantu siswa mengaktualisasikan dirinya.</p>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;">Langkah-langkah pembelajaran nondirekif: (1) menciptakan sesuatu yang permisif melalui ekspresi bebas, (2) pengungkapan siswa mengemukakan perasaan, pemikiran dan masalah-masalah yang dihadapinya,guru menerima dan memberikan klarifikasi, (3) pengembangan pemahaman (<em>insight</em>), siswa mendiskusikan masalah, guru memberrikan dorongan, (4) perencanaan dan penentuan keputusan, siswa merencanakan dan menentukan keputusan, guru memberikan klarifikasi, (5) integrasi, siswa memperoleh pemahaman lebih luas dan mengembangkan kegiatan-kegiatan positif.</p>
<br />Filed under: <a href='http://paksalam.wordpress.com/category/hoeda-salam-mahad-aly-hasyim-asyari-pp-tebuireng/'>Hoeda Salam, Ma'had 'Aly Hasyim Asy'ari PP. Tebuireng</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/paksalam.wordpress.com/451/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/paksalam.wordpress.com/451/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/paksalam.wordpress.com/451/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/paksalam.wordpress.com/451/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/paksalam.wordpress.com/451/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/paksalam.wordpress.com/451/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/paksalam.wordpress.com/451/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/paksalam.wordpress.com/451/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/paksalam.wordpress.com/451/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/paksalam.wordpress.com/451/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/paksalam.wordpress.com/451/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/paksalam.wordpress.com/451/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/paksalam.wordpress.com/451/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/paksalam.wordpress.com/451/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=paksalam.wordpress.com&amp;blog=5968664&amp;post=451&amp;subd=paksalam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://paksalam.wordpress.com/2010/07/26/pembelajaran-afektif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d2d92814ac2b4145ec80b27469721777?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">Pak Salam</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://paksalam.files.wordpress.com/2010/07/img_0373.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Pembelajaran Afektif</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ma&#8217;had Aly: Pendidikan Tinggi dalam Pesantren</title>
		<link>http://paksalam.wordpress.com/2010/07/24/mahad-aly-pendidikan-tinggi-dalam-pesantren/</link>
		<comments>http://paksalam.wordpress.com/2010/07/24/mahad-aly-pendidikan-tinggi-dalam-pesantren/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Jul 2010 18:20:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>paksalam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hoeda Salam, Ma'had 'Aly Hasyim Asy'ari PP. Tebuireng]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://paksalam.wordpress.com/?p=447</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu fenomena penting kajian keislaman di pesantren adalah berdirinya model pendidikan tinggi yang secara khusus mengkaji khazanah keislaman klasik yang diperkaya dengan materi keilmuan kontemporer. Model pendidikan tinggi ini dikenal dengan sebutan Ma’had Aly. Dari penelitian Marzuki Wahid dkk (2000), pendidikan tinggi yang diselenggarakan Ma’had Aly tidak lebih dan tidak kurang seperti pondok pesantren [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=paksalam.wordpress.com&amp;blog=5968664&amp;post=447&amp;subd=paksalam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Salah satu fenomena penting kajian keislaman di pesantren adalah berdirinya model pendidikan tinggi yang secara khusus mengkaji khazanah keislaman klasik yang diperkaya dengan materi keilmuan kontemporer. Model pendidikan tinggi ini dikenal dengan sebutan Ma’had Aly.</p>
<p style="text-align:justify;"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-448" title="Mahasiswa " src="http://paksalam.files.wordpress.com/2010/07/dsc01671.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" width="150" height="112" />Dari penelitian Marzuki Wahid dkk (2000), pendidikan tinggi yang diselenggarakan Ma’had Aly tidak lebih dan tidak kurang seperti pondok pesantren dengan berbagai kultur dan tradisi yang melingkupinya. Hanya saja karena kekhususannya, dalam hal-hal tertentu Ma’had Aly di berbagai pesantren diberi fasilitas khusus, seperti asrama, ruang kelas, perpustakaan, dan sarana aktualisasi seperti penerbitan atau ceramah di luar pondok pesantren. Yang membedakan dengan yang lain adalah metode pembelajarannya, yang melibatkan santri sebagi subyek belajar, dan tingkatan kitab kuning yang dikaji relatif tinggi, serta cara mengkajinya secara lebih kritis.</p>
<p style="text-align:justify;">Saat ini lebih dari 15 pesantren yang telah menyelenggarakan pendidikan model Ma’had Aly scara reguler, baik dalam arti institusional maupun substansial. Diantaranya adalah Ma&#8217;had Aly Hasyim Asy&#8217;ari PP. Tebuireng, Ma’had Aly Al-Hikmah di Pesantren Al-Hikmah Sirampog, Brebes, Jawa Tengah, Ma’had Aly Salafiyah Syafi’iyah di Pesantren Sukorejo Asembagus Situbondo, Jawa Timur, Ma’had Aly Nurul Jadid di Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo, Ma’had Aly Hidayatul Mubtadi’ien Lirboyo, Kediri, Jawa Tengah, Ma’had Aly Sidogiri Pasuruan Jawa Timur, Ma’had Aly API Tegalrejo Magelang, Jawa Tengah, Ma’had Aly Mamba’ul Ma’arih Denanyar Jombang Jawa Timur, Ma’had Aly Darussalam Ciamis, Jawa Barat, Ma’had Aly Dar el-Tauhid, Arjawinangun Cirebon, Jawa Barat, Ma’had Aly Sunan Ampel Malang, Ma’had Aly al-Ihya’ Ulumaddin, Kesugihan, Cilacap Jawa Tengah, Ma’had Aly Al-Munawwir Krapyak, Yogyakarta, Ma’had Aly AJI Mahasiswa Krapyak Yogyakarta dan lainya.<br />
<strong><br />
Semangat Keilmuan</strong><br />
Sekilas orang akan menyangka bahwa Ma’had Aly sama dengan perguruan tinggi agama Islam yang sudah ada , seperti Institut Agama Islam Negeri (IAIN) yang sebagian berubah menjadi Universitas Islam Negeri (UIN), Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN), atau Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) atau lembaga serupa lainnya. Namun jika kita mencoba masuk ke “dapur” Ma’had Aly, maka kita akan menemukan bahwa Ma’had Aly sama sekali berbeda dengan Perguruan Tinggi Agama Islam pada umumnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Perbedaan ini bukan semata-mata karena Ma’had Aly dikelola oleh pesantren dan diselenggarakan di lingkungan pesantren, tetapi terutama karena pendidikan tinggi ala pesantren ini lebih menekankan aspek intelektualitas ketimbang formalitas. Akan tetapi bagi yang ingin mendapatkan ijasah formal, bisa didaftarkan dan didapatkan dari perguruan tinggi yang menjadi mitra Ma&#8217;had Aly yang bersangkutan. Misalnya, ijasah formal bagi mahasantri Ma&#8217;had Aly Hasyim Asy&#8217;ari diperoleh dari IKAHA yang menjadi mitra dalam kepengurusan ijasah formal.</p>
<p style="text-align:justify;">Pendidikan yang diselenggarakan di Ma’had Aly tidak lebih dan tidak kurang seperti pondok pesantren dengan berbagai kultur dan tradisi yang melingkupinya. Hanya saja karena kekhususannya, dalam hal-hal tertentu Ma’had Aly di berbagai pesantren diberi fasilitas khusus, seperti asrama, ruang kelas, perpustakaan, dan sarana aktualisasi seperti penerbitan atau ceramah di luar pondok pesantren. Yang membedakan dengan yang lain adalah metode pembelajarannya, yang melibatkan santri sebagi subyek belajar, dan tingkatan kitab kuning yang dikaji relatif tinggi, serta cara mengkajinya secara lebih kritis.</p>
<p style="text-align:justify;">Itulah sebabnya, Ma’had Aly sebagai sebuah model pendidikan tinggi di pesantren bisa digolongkan dalam dua jenis; pertama, Ma’had Aly yang secara kelembagaan organisasional dan administratif memang menyelenggarakan pendidikan tingkat tinggi yang berbasis pada tradisi intelektual dan keilmuan pondok pesantren. Dalam pengertian ini, Ma’had Aly memang dikelola oleh suatu lembaga resmi yang ditopang dengan manajemen dan administrasi yang  profesional. Kedua, Ma’had Aly secara substansial. Berbeda dengan yang pertama, model yang terakhir ini tidak dilengkapi dengan kerangka kelembagaan dan organisasi-administratif yang secara khusus mengelola sistem penyelenggaraan pendidikan ini, tetapi dalam praktiknya, pendidikan Ma’had Aly terus-menerus dilaksanakan. Perbedaan kedua model ini terutama terletak dalam pengelolaannya yang sistematis dan terstruktur sebagaimana manajemen pendidikan pada umumnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam kategori kedua, banyak pondok pesantren yang bisa dimasukkan di sini. Ukuran tradisi akademik dan intelektual klasik tingkat tinggi itu adalah selain standar kitab kuning yang, menurut orang pesantren, tinggi, juga proses pembelanjarannya tidak saja mengandalkan pembacaan literal dan pemahaman tekstual dari isi kitab dan pemikiran seorang ulama, melainkan telah masuk kedalam analisis isi (<em>dirasah tahliliyyah</em>), pembacaan kontekstual (<em>qira’ah siyaqiyah</em>), dan lebih-lebih kritik atas isi kitab dan produk pemikiran tersebut (<em>dirasah naqdiyyah</em>). Meski tidak seluruhnya terpenuhi, beberapa pondok pesantren bisa dimasukkan dalam kategori ini, yakni misalnya Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, Pondok Pesantren Maslakhul Huda Kajen Pati, Pondok Pesantren Tegalrejo Magelang, Pondok Pesantren Sidogiri, Pondok Pesantren Dar Al-Tauhid Arjawinangun Cirebon, Pondok Pesantren Sarang, Pondok Pesantren Al-Ihya’ Kesugihan Cilacap, dan lain-lain.</p>
<br />Filed under: <a href='http://paksalam.wordpress.com/category/hoeda-salam-mahad-aly-hasyim-asyari-pp-tebuireng/'>Hoeda Salam, Ma'had 'Aly Hasyim Asy'ari PP. Tebuireng</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/paksalam.wordpress.com/447/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/paksalam.wordpress.com/447/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/paksalam.wordpress.com/447/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/paksalam.wordpress.com/447/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/paksalam.wordpress.com/447/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/paksalam.wordpress.com/447/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/paksalam.wordpress.com/447/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/paksalam.wordpress.com/447/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/paksalam.wordpress.com/447/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/paksalam.wordpress.com/447/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/paksalam.wordpress.com/447/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/paksalam.wordpress.com/447/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/paksalam.wordpress.com/447/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/paksalam.wordpress.com/447/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=paksalam.wordpress.com&amp;blog=5968664&amp;post=447&amp;subd=paksalam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://paksalam.wordpress.com/2010/07/24/mahad-aly-pendidikan-tinggi-dalam-pesantren/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d2d92814ac2b4145ec80b27469721777?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">Pak Salam</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://paksalam.files.wordpress.com/2010/07/dsc01671.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Mahasiswa </media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Faktor Yang Mempengaruhi Belajar</title>
		<link>http://paksalam.wordpress.com/2010/07/24/faktor-yang-mempengaruhi-belajar/</link>
		<comments>http://paksalam.wordpress.com/2010/07/24/faktor-yang-mempengaruhi-belajar/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Jul 2010 17:54:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>paksalam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hoeda Salam, Ma'had 'Aly Hasyim Asy'ari PP. Tebuireng]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://paksalam.wordpress.com/?p=443</guid>
		<description><![CDATA[Proses belajar menurut Soeman (1983:28) dipengaruhi oleh berbagai faktor antara lain, stimulasi yang terdiri dari bahan dan metode belajar, serta faktor individual yang meliputi pengalaman, intelegensi, dan motivasi. M. Surya (1979:39-40) mengemukakan pandangannya dalam menyikapi faktor-faktor yang mempengaruhi belajar, antara lain terdiri dari faktor internal dan eksternal. Faktor internal terdiri dari faktor fisiologis atau jasmani [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=paksalam.wordpress.com&amp;blog=5968664&amp;post=443&amp;subd=paksalam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Proses belajar menurut Soeman (1983:28) dipengaruhi oleh berbagai faktor antara lain, stimulasi yang terdiri dari bahan dan metode belajar, serta faktor individual yang meliputi pengalaman, intelegensi, dan motivasi.</p>
<p style="text-align:justify;"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-445" title="Santai" src="http://paksalam.files.wordpress.com/2010/07/dsc02576.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" width="150" height="112" />M. Surya (1979:39-40) mengemukakan pandangannya dalam menyikapi faktor-faktor yang mempengaruhi belajar, antara lain terdiri dari faktor internal dan eksternal. Faktor internal terdiri dari faktor fisiologis atau jasmani individu, baik yang bersifat bawaan/hereditas maupun yang diperoleh, misalnya penglihatan, pendengaran, struktur badan dan sebagainya. Faktor internal lain yaitu faktor psikologis, baik yang bersifat bawaan maupun yang diperoleh, yang terdiri dari faktor intelektif (faktor potensial, yaitu intelegensi dan bakat serta faktor actual yaitu kecakapan yang nyata, seperti prestasi). Faktor psikologis lain yaitu faktor non intelektif yaitu komponen kepribadian tertentu seperti sikap, minat, kebiasaan, kebutuhan, motivasi, konsep diri, penyesuaian diri, emosional dan sebagainya. Sedangkan faktor eksternal meliputi sosial, lingkungan keluarga, sekolah, teman, masyarakat, budaya, adat istiadat, ilmu pengetahuan dan teknologi, faktor lingkungan fisik contohnya fasilitas belajar di rumah, di sekolah, iklim dan faktor spiritual serta lingkungan keluarga. Faktor yang berasal dari dalam individu (internal), baik yang bersifat intelektual maupun non intelektual, mempunyai peranan penting dalam belajar. Karena belajar merupakan proses aktif, dimana individu tidak hanya menerima, tetapi dituntut pula untuk berolah fikir, rasa  untuk memperoleh, memahami dan menguasai materi yang dipelajarinya. <strong></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Secara global, menurut Muhibbin Syah (2001: 132-139) faktor-faktor yang mempengaruhi belajar dapat kita bedakan menjadi tiga macam, yaitu:</p>
<p style="text-align:justify;">1.Faktor internal (faktor dari dalam diri siswa), yakni keadaan jasmani dan rohani siswa. Yaitu: aspek fisiologis (jasmani, mata dan telinga) dan aspek psikologis (intelegensi siswa, sikap siswa, bakat siswa, minat siswa dan motivasi siswa).</p>
<p style="text-align:justify;">2.Faktor eksternal (faktor dari luar siswa), yakni kondisi lingkungan di sekitar siswa. Yaitu: lingkungan sosial (keluarga, guru, masyarakat, teman) dan lingkungan non-sosial (rumah, sekolah, peralatan, alam).</p>
<p style="text-align:justify;">3.Faktor pendekatan belajar, yakni jenis upaya siswa yang meliputi strategi dan metode yang digunakan siswa untuk melakukan kegiatan pembelajaran materi-materi pelajaran, yang terdiri dari pendekatan tinggi, pendekatan sedang dan pendekatan rendah.</p>
<br />Filed under: <a href='http://paksalam.wordpress.com/category/hoeda-salam-mahad-aly-hasyim-asyari-pp-tebuireng/'>Hoeda Salam, Ma'had 'Aly Hasyim Asy'ari PP. Tebuireng</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/paksalam.wordpress.com/443/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/paksalam.wordpress.com/443/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/paksalam.wordpress.com/443/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/paksalam.wordpress.com/443/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/paksalam.wordpress.com/443/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/paksalam.wordpress.com/443/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/paksalam.wordpress.com/443/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/paksalam.wordpress.com/443/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/paksalam.wordpress.com/443/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/paksalam.wordpress.com/443/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/paksalam.wordpress.com/443/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/paksalam.wordpress.com/443/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/paksalam.wordpress.com/443/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/paksalam.wordpress.com/443/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=paksalam.wordpress.com&amp;blog=5968664&amp;post=443&amp;subd=paksalam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://paksalam.wordpress.com/2010/07/24/faktor-yang-mempengaruhi-belajar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d2d92814ac2b4145ec80b27469721777?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">Pak Salam</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://paksalam.files.wordpress.com/2010/07/dsc02576.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Santai</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hakekat Belajar</title>
		<link>http://paksalam.wordpress.com/2010/07/24/hakekat-belajar/</link>
		<comments>http://paksalam.wordpress.com/2010/07/24/hakekat-belajar/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Jul 2010 17:48:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>paksalam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hoeda Salam, Ma'had 'Aly Hasyim Asy'ari PP. Tebuireng]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://paksalam.wordpress.com/?p=438</guid>
		<description><![CDATA[Bagi makhluk hidup, belajar merupakan proses kegiatan yang sangat bermakna. Belajar tidak hanya dialami oleh manusia, melainkan hewan juga mengalaminya. Namun demikian, belajar pada diri hewan, sangat dipengaruhi oleh naluri yang melekat pada mereka, sedangkan pada diri manusia, pengaruh naluri tadi direduksi oleh akal pikiran yang berkembang dan dapat dikembangkan. Makna belajar pada diri manusia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=paksalam.wordpress.com&amp;blog=5968664&amp;post=438&amp;subd=paksalam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-440" title="Hakekat Belajar" src="http://paksalam.files.wordpress.com/2010/07/pict0016.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" width="150" height="112" />Bagi makhluk hidup, belajar merupakan proses kegiatan yang sangat bermakna. Belajar tidak hanya dialami oleh manusia, melainkan hewan juga mengalaminya. Namun demikian, belajar pada diri hewan, sangat dipengaruhi oleh naluri yang melekat pada mereka, sedangkan pada diri manusia, pengaruh naluri tadi direduksi oleh akal pikiran yang berkembang dan dapat dikembangkan. Makna belajar pada diri manusia sangat luas sesuai dengan kondisi, situasi, tantangan dan masalah yang dihadapi. (Sumaatmadja, 2002: 25)</p>
<p style="text-align:justify;">Terdapat batasan-batasan yang beragam mengenai definisi belajar. Hal ini dikarenakan para ahli berbeda titik tolak dan pendirian dalam merumuskan suatu definisi. Namun jika ditelaah, batasan yang beragam itu bisa melahirkan suatu definisi yang terpadu. M. Surya (1991:32) mendefinisikan belajar sebagai suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan sebagai suatu pengalaman individu itu sendiri dalam interaksinya dengan lingkungan.</p>
<p style="text-align:justify;">Pendapat diatas dilengkapi oleh Witherington (1991:2) yang menyebutkan bahwa:</p>
<p style="text-align:justify;">“Belajar adalah suatu perubahan dalam kepribadian sebagaimana dimanifestasikan dalam perubahan penguasaan pola-pola respon, tingkah laku yang baru, yang nyata dalam perubahan keterampilan, kesanggupan, sikap dan kebiasaan.”</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Definisi di atas di pertegas lagi oleh Abin Syamsudin Makmun (1999: 5) bahwa definisi belajar manapun mengacu pada konsep belajar yang menunjukkan suatu proses perubahan tingkah laku sebagai hasil belajar yang terjadi pada individu merupakan perubahan dalam kepribadian, yang dimanifestasikan dalam perubahan penguasaan pola-pola respon atau tingkah laku baru yang dapat di lihat dari perubahan keterampilan, kebiasaan, kesanggupan dan pemahaman. Sedangkan Sumaatmadja (2002: 27) berpendapat bahwa belajar merupakan proses yang melekat pada diri kita masing-masing, dan juga sangat bermakna dalam kehidupan. Untuk lebih meningkatkan makna belajar, proses tersebut harus dilandasi oleh kesadaran yang mendalam, yang meliputi kesadaran emosional, intelektual, spiritual, sosial dan budaya.</p>
<p style="text-align:justify;">Ahmadi (1982:20) mengemukakan pendapatnya mengenai belajar, yaitu “proses perubahan dalam diri manusia. Apabila setelah belajar tidak terjadi perubahan, maka tidaklah dikatakan telah terjadi proses belajar”. Perubahan tingkah laku yang merupakan produk belajar memiliki ciri-ciri sebagai berikut:</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li>Terjadi secara sadar,</li>
<li>Bersifat kontinyu dan fungsional, maksudnya berlangsung terus-menerus dan berguna bagi kehidupan,</li>
<li>Bersifat aktif dan produktif, maksudnya perubahan merupakan hasil usaha individu dan perubahan tersebut senantiasa bertambah dan mengarah pada sesuatu yang lebih baik,</li>
<li>Relatf menetap, maksudnya perubahan yang diperoleh bukan bersifat sementara,</li>
<li>Bertujuan dan terarah, maksudnya perubahan yang dilakukan individu senantiasa terarah kepada tingkah laku atau tujuan yang ditetapkan, dan</li>
<li>Mencakup seluruh aspek pengetahuan, sikap dan keterampilan.</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Dari beberapa pendapat para ahli di atas mengenai belajar, maka dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa belajar merupakan usaha sadar yang dilakukan seseorang dalam hidupnya dan merupakan proses perubahan tingkah laku individu melalui interaksi dengan lingkungan untuk mencapai tujuan dan sasaran belajar.</p>
<br />Filed under: <a href='http://paksalam.wordpress.com/category/hoeda-salam-mahad-aly-hasyim-asyari-pp-tebuireng/'>Hoeda Salam, Ma'had 'Aly Hasyim Asy'ari PP. Tebuireng</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/paksalam.wordpress.com/438/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/paksalam.wordpress.com/438/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/paksalam.wordpress.com/438/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/paksalam.wordpress.com/438/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/paksalam.wordpress.com/438/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/paksalam.wordpress.com/438/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/paksalam.wordpress.com/438/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/paksalam.wordpress.com/438/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/paksalam.wordpress.com/438/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/paksalam.wordpress.com/438/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/paksalam.wordpress.com/438/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/paksalam.wordpress.com/438/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/paksalam.wordpress.com/438/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/paksalam.wordpress.com/438/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=paksalam.wordpress.com&amp;blog=5968664&amp;post=438&amp;subd=paksalam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://paksalam.wordpress.com/2010/07/24/hakekat-belajar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d2d92814ac2b4145ec80b27469721777?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">Pak Salam</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://paksalam.files.wordpress.com/2010/07/pict0016.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Hakekat Belajar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Urgensi Bahasa di Ma&#8217;had Aly Tebuireng</title>
		<link>http://paksalam.wordpress.com/2010/07/24/urgensi-bahasa-di-mahad-aly-tebuireng/</link>
		<comments>http://paksalam.wordpress.com/2010/07/24/urgensi-bahasa-di-mahad-aly-tebuireng/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Jul 2010 17:43:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>paksalam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hoeda Salam, Ma'had 'Aly Hasyim Asy'ari PP. Tebuireng]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://paksalam.wordpress.com/?p=434</guid>
		<description><![CDATA[Pengertian bahasa asing (bahasa Arab) dapat dilihat dari tiga sudut pandang yang berbeda, yaitu wilayah asal muasal bahasa tersebut, pemerolehan bahasa, dan fungsi sosiokultural-politis. Pertama, dari sudut asalnya dapat dirumuskan bahwa semua bahasa yang bukan berasal dari wilayah Indonesia disebut bahasa asing (Nuril Huda, 1975: 67).  Berdasarkan kriteria tersebut, bahasa Indonesia dan bahasa daerah yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=paksalam.wordpress.com&amp;blog=5968664&amp;post=434&amp;subd=paksalam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-435" title="Belajar Tiada henti" src="http://paksalam.files.wordpress.com/2010/07/kepala-sekolah.gif?w=600" alt=""   />Pengertian bahasa asing (bahasa Arab) dapat dilihat dari tiga sudut pandang yang berbeda, yaitu wilayah asal muasal bahasa tersebut, pemerolehan bahasa, dan fungsi sosiokultural-politis. <em>Pertama, </em>dari sudut asalnya dapat dirumuskan bahwa semua bahasa yang bukan berasal dari wilayah Indonesia disebut bahasa asing (Nuril Huda, 1975: 67).  Berdasarkan kriteria tersebut, bahasa Indonesia dan bahasa daerah yang terdapat di Indonesia jelas bukan dinamakan bahasa asing. Akan tetapi sebaliknya, bahasa yang datang dari luar wilayah Indonesia, seperti bahasa Arab, adalah bahasa asing. Kriteria ini hanya berlaku di negara Indonesia, dan  tidak ddapat diberlakukan secara luas di negara-negara yang lain. Bahasa Arab berasal dari  Saudi Arabia, Iraq, Kuwait dan negara timur tengah lainnya. Di negara-negara tersebut jelas bahasa Arab bukanlah bahasa asing bagi mereka, akan tetapi menjadi bahasa resmi nasional.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Kedua</em>, dari sudut pemerolehan bahasa pertama (bahasa ibu), bahasa kedua (bahasa nasional), dan ketiga (bahasa asing). Di negara yang penduduknya multi etnis, yang menggunakan bahasa kedua yang berbeda dengan sebagian besar bahasa yang digunakan sehari-hari di keluarga, seperti Indonesia, Singapura, India dan Filipina, bahasa ketiga adalah bahasa asing. Tetapi rumusan ini tidak berlaku di negara-negara yang beretnis tunggal (seperti negara arab, Cina, dan Jepang) atau bagi negara yang beretnis banyak akan tetapi telah melebur menjadi satu bangsa seperti United State of America. Di negara ini, bahasa ”kedua”-nya adalah bahasa asing. Oleh karena itulah dalam kepustakaan  pemerolehan bahasa, hanya dibedakan dua jenis bahasa, yaitu bahasa pertama (bahasa ibu) dan bahasa kedua. Sedangkan bahasa ketiga dan seterusnya dalam kajian pemerolehan bahasa dikategorikan sebagai bahasa kedua.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Ketiga, </em>dari sudut fungsi sosio-politis, bahasa asing adalah bahasa yang tidak digunakan dalam interaksi sosial sehari-hari, tidak dipakai sebagai bahasa pengantar mata pelajaran di sekolah secara nasional. Dengan demikian, penatapan apakah suatu bahasa masuk kategori bahasa asing atau bukan (yaitu bahasa nasional bahasa kedua) ditentukan berdasarkan kriteria sosio-kultural-politis. Pertimbangan kepentingan nasional menjadi landasan utama, dan bukan asalnya, atau bagaimana kemampuan bahasa itu diperoleh. Oleh karena itu di Indonesia bahasa-bahasa seperti bahasa arab, bahasa Inggris adalah bahasa asing. Bahasa-bahasa ini tidak dipakai sebagai bahasa pergaulan sehari-hari secara luas. Orang menggunakan bahasa ini dalam situasi terbatas. Atas dasar alasan sosio-kultural-politis, ada bahasa yang mendapat predikat tambahan. Bahasa Inggris sejak tahun 1955  telah diangkat sebagai bahasa asing ”pertama”, sedangkan bahasa Arab secara <em>de facto </em>telah diakui sebagai bahasa agama, khususnya bagi lembaga pendidikan diniyah tinggi Ma’had ’Aly Hasyim Asy’ari ponpes. Tebuireng, dan umumnya bagi  warga negara Indonesia yang beragama Islam. Dari sudut presentase pemakainya yaitu warga negara Indonesia yang mayoritas beragama Islam (lebih dari 90 %), maka bahasa Arab, baik secara <em>de facto</em> maupun secara<em> de jure </em>layak diberi predikat tambahan sebagai bahasa agama selain bahasa asing.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam Seminar Politik Bahasa nasional tahun 1975, fungsi bahasa dinyatakan sebagai ” nilai pemakaian bahasa yang dirumuskan sebagai bahasa tugas pemakaian bahasa itu di dalam kedudukan yang diberikan kepadanya (Halim, 1976: 144-5). Secara universal ”tugas pemakaian bahasa” itu sama yaitu sebagai alat komunikasi (Bloomfield, 1933). Dengan kata lain, bahasa berfungsi sebagai alat interaksi secara verbal. Dalam interaksi terjadi tindakan menyatakan dan memahami secara verbal. Sedang fungsi secara umum adalah untuk menyatakan pikiran, sikap serta sebagai alat untuk memberi informasi, melakukan persuasi, dan juga menghibur orang lain.</p>
<p style="text-align:justify;">Apakah fungsi bahasa asing (bahasa Arab) yang dipergunakan di Indonesia, dan dalam sistem pembelajaran di Ma’had ’Aly Hasyim Asy’ari Ponpes. Tebuireng? Fungsi tersebut dapat dirujuk sebagai implikasi globalisasi dan kitab-kitab acuan yang dipergunakan dalam kegiatan belajar mengajar (KBM) di Ma’had ’Aly Hasyim Asy’ari Ponpes. Tebuireng. <em>Pertama, </em>dalam era globalisasi sekarang ini, ketergantungan dengan negara lain cukup tinggi. Hubungan internasional tidak terbatas hanya dalam bidang ekonomi, politik, sosial maupun budaya, tetapi mencakup dalam banyak segi kehidupan. Fungsi ini mencakup fungsi membentuk persahabatan dengan bangsa lain dan menjalankan <em>foreign policy </em>sebagaimana yang tertuang dalam Kepmendikbud nomor 096/1967. oleh karena itu, bahasa secara umum berfungsi <em>sebagai wahana komunikasi global dalam semua aspek kehidupan. </em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Kedua</em>, globalisasi memicu persaingan antar bangsa yang semakin ketat. Penguasaan iptek merupakan kunci  utama untuk memenangkan persaingan ini. Searah dengan itu, maka bahasa asing hendaklah berfungsi sebagai alat pemanfaatan dan pengembangan iptek untuk mempercepat proses pembangunan. Fungsi ini juga mencakup pula fungsi sebagai alat bantu pengembangan iptek terutama dilaksanakan dalam komunikasi akademik untuk tukar menukar informasi iptek dan pengalaman pengembangan iptek. Persaingan global yang menghendaki penguasaan bahasa asing terutama bahasa Arab dan Inggris secara aktif, baik secara lisan maupun tulisan dalam rangka untuk mempublikasikan dan menyebarkan ilmu fiqh dan ushul-fiqh serta dalam rangka kerjasama kelembagaan. Oleh karena itu Ma’had ‘Aly Hasyim Asy’ari dalam perkuliahan sehari-hari menggunakan bahasa pengantar Arab dan Inggris di berbagai mata kuliah. Sehingga mahasiswa dituntut memiliki kemampuan berbahasa Arab dalam hal lisan maupun tulisan (Dokument <em>Selayang Pandang ma’had ‘Aly Hasyim Asy’ari Ponpes. Tebuireng</em>, 2008: 30). Penggunaan bahasa tersebut bukannya tanpa alasan, mengingat litaratur yang dipergunakan kebanyakan menggunakan bahasa asing (bahasa Arab) maka agar lebih komunikatif digunakanlah bahasa arab sebagai  bahasa pengantar perkuliahan.</p>
<p style="text-align:justify;">Ditilik dari fungsinya, maka bahasa adalah sebagai alat komunikasi dan penghubung dalam pergaulan manusia sehari-hari, baik antara individu dengan individu, individu dengan masyarakat, dan masyarakat dengan bangsa tertentu (Tayar Yusuf dan Syaiful Anwar, 1997: 187). Yakni dengan mengkomunikasikan dan menyampaikan maksud tertentu dan mencurahkan suatu peranan tertentu dengan rasa senang atau duka dan dengan rasa sedih maupun gembira kepada orang lain, agar dapat dipahami, dimengerti serta merasakan segala sesuatu yang ia alami.</p>
<p style="text-align:justify;">Demikian dalam bahasa Arab, yang memiliki fungsi istimewa dibandingkan dengan bahasa-bahasa lain yang digunakan di bumi ini. Bukan saja bahasa Arab yang memiliki sastra bermutu tinggi bagi mereka yang mengetahui dan mendalami, akan tetapi bahasa Arab ditakdirkan sebagai bahasa al-Qur’an, yakni mengkomunikasikan kalam Allah SWT. Yang karenanya didalamnya mengandung uslub bahasa yang sungguh mencengangkan manusia, dan tidak ada manusiapun yang dapat menendinginya.</p>
<p style="text-align:justify;">Di lembaga pendidikan umum dan agama terutama di Ma’had ’Aly Hasyim Asy’ari Ponpes. Tebuireng, bahwa bahasa Arab telah menjadi komponen pilihan pokok pengajaran bahasa asing, disamping bahasa Inggris. Yang menjadi permasalahan sekarang adalah bagaimana meningkatkan kualitas bahasa Arab, yang masih dianggap oleh sebagian mahasiswa sebagai bahasa yang sulit bahkan dipandang sebagai momok. Disini peranan dosen / ustadz  dan pakar bahasa Arab sangat dinantikan. Upaya yang harus dilakukan adalah dengan pengadaan pusat laboratorium bahasa, kursus, ataupun masmedia yang menyajikan bahasa Arab yang praktis dan mudah difahami.</p>
<p style="text-align:justify;">Penyajian yang praktif akan mempermudah pencapaian tujuan. Tujuan pengajaran bahasa arab menentukan <em>approach, </em>metode dan teknik pengajaran bahasa tersebut. <em>Aproach, </em>metode dan teknik mempunyai hubungan yang erat sekali  dengan tujuan pengajaran bahasa (Departemen Agama, 1975:117). Pengajaran bahasa Arab diarahkan kepada pencapaian  tujuan, yakni tujuan jangka panjang / tujuan umum dan tujuan jangka pendek / tujuan khusus. Tujuan khusus merupakan penjabaran dari tujuan umum, karena tujuan umum sulit dicapai tanpa dijabarkan secara operasional dan spesifik.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada tujuan umum bahasa Arab ditujukan pada pencapaian tujuan:</p>
<p style="text-align:justify;">1)             Agar mahasiswa dapat memahami al-Qur’an dan Hadits sebagai sumber hukum Islam dan ajaran.</p>
<p style="text-align:justify;">2)             Dapat memahami dan mengerti buku-buku agama dan kebudayaan Islam yang ditulis dengan menggunakan bahasa Arab.</p>
<p style="text-align:justify;">3)             Supaya pandai berbicara dan mengarang dalam bahasa Arab.</p>
<p style="text-align:justify;">4)             Untuk digunakan sebagai alat pembantu keahlian lain <em>(suplementary).</em></p>
<p style="text-align:justify;">5)             Untuk membina ahli bahasa Arab, yakni benar-benar profesional (Tayar Yusuf, 1991:190).</p>
<p style="text-align:justify;">Oleh karena tujuan diatas masih sangat umum dan masih mengambang, maka perlu dijabarkan lagi secara khusus agar tujuan umum tadi dapat tercapai. Sehingga akan ada tujuan khusus bercakap-cakap (muhadatsah), tujuan membaca (Muthola’ah), tujuan khusus dikte (Imla’), tujuan khusus mengarang (Insya), dan tujuan khusus nahwu sorof (Qowaid).</p>
<p style="text-align:justify;">Belajar bahasa Arab memang sebuah keharusan yang layak dikuasai oleh umat Islam. Sebab sejak awal mula diturunkan ajaran Islam sampai hari ini, bahasa yang digunakan adalah bahasa arab.</p>
<p style="text-align:justify;">Al-Quran sebagai kitab suci abadi yang menghapus semua kitab suci yang pernah ada, diturunkan dalam bahasa Arab. Rasulullah SAW sebagai nabi akhir zaman yang risalahnya berlaku untuk seluruh manusia di muka bumi sampai akhir zaman, juga berbahasa arab, tanpa pernah diriwayatkan mampu berbahasa selain arab.</p>
<p style="text-align:justify;">Hadits-hadits nabawi diriwayatkan secara berantai hingga sampai kepada kita melewati masa berabad-abad, juga tertulis dalam bahasa Arab. Bahkan semua kitab yang menjelaskan materi Al-Quran, As-Sunnah serta syariah Islamiyah hasil karya para ulama muslim sedunia sepanjang masa, juga kita warisi dalam bahasa Arab.</p>
<p style="text-align:justify;">Ketika dakwah Islam memasuki pusat-pusat peradaban dunia dan membangun kejayaannya nangemilang, bahasa yang digunakan juga bahasa Arab. Kala itu bahasa Arab selain resmi menjadi bahasa pemerintahan, juga menjadi bahasa dunia pendidikan, bahasa ilmu pengetahuan serta bahasa rakyat sehari-hari. Padahal negeri-negeri yang dimasuki Islam itu tadinya bukan negeri Arab.</p>
<p style="text-align:justify;">Bahkan ketika Islam masuk ke Mesir dan para penguasa dan rakyatnya masuk Islam, mereka tidak hanya sekedar memeluk Islam sebagai agama, tetapi mereka belajar bahasa Arab, berbicara dengan bahasa Arab dan melupakan bahasa asli peninggalan nenek moyang mereka. Hanya dalam tempo beberapa tahun saja, tidak satu pun bangsa Mesir yang paham bahasa asli mereka. Semua berbicara dengan bahasa Arab, bahkan hingga hari ini. Mesir itu bukan negeri Arab dan tidak terletak di jazirah Arab. Mesir terletak di benua Afrika, namun rakyat Mesir keseluruhannya berbicara dalam satu bahasa, yaitu bahasa Arab.</p>
<p style="text-align:justify;">Bila kita amati secara seksama, memang ada kecenderungan bahwa di mana ada masuknya dakwah Islam ke suatu negeri hingga mampu mambangun peradaban besar, pastilah negeri itu berubah bahasanya menjadi bahasa Arab. Bahkan bahasa resmi negara sekaligus bahasa rakyat jelata.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebaliknya, negeri-negeri yang kurang sempurna proses Islamisasinya, bisa dengan mudah dikenali dari tidak adanya rakyat yang menggunakan bahasa Arab. Paling jauh hanya sekedar serapan-serapan bahasa saja, seperti bangsa kita ini. Bahasa Indonesia (termasuk Melayu) menyerap sangat banyak bahasa Arab ke dalam perbendaharaannya. Begitu banyak kata yang sumbernya dari bahasa Arab, bahkan bisa dikatakan bahwa unsur serapan dari bahasa arab termasuk paling dominan dalam bahasa Indonesia. Namun sayangnya, bangsa ini tidak sempat mampu berbahasa Arab dalam kesehariannya. Apalagi ditambah dengan penjajahan selama ratusan tahun, dimana para penjajah itu memang paham betul bahwa salah satu kekuatan agama Islam adalah pada bahasa Arabnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Bila suatu umat muslimin di muka bumi ini tidak bisa bahasa Arab, artinya mereka pasti tidak paham tiap ayat Al-Quran, tidak paham hadits nabi, tidak mengerti apa yang mereka baca dalam zikir, shalat dan doa. Tidak mengerti syariah Islam dan ajaran-ajarannya secara mendetail. Kecuali bila diterjemahkan terlebih dahulu dan dijelaskan satu persatu oleh kiayinya. Dan metode penerjemahan begini tentu saja sangat terbatas keberhasilannya, terlalu lemah dan justru sangat menghambat. Karena itu, keinginan anda untuk belajar bahasa Arab dan menguasainya adalah sebuah keinginan yang teramat mulia, sehingga perlu didukung penuh. Jangan sampai keinginan itu berhenti hanya karena alasan teknis semata.</p>
<p style="text-align:justify;">Bahasa Arab berkedudukan sebagai bahasa pertama di 20 negara dengan  jumlah penutur lebih dari 200 juta orang. Bahasa Arab berstatus sebagai bahasa resmi PBB sejak tahun 1973 dan bahasa resmi Konferensi Islam Internasional. Di dalam negeri, Indonesia, bahasa Arab dipakai dalam peribadatan oleh tidak kurang dari 90% penduduk Indonesia. Bahasa arab diajarkan di semua sekolah yang berbasis Islam mulai Madrasah Ibtidaiyyah, Madrasah Tsanawiyah hingga perguruan tinggi, seperti di Ma’had ’Aly Hasyim Asy’ari Ponpes. Tebuireng. Selain itu, bahasa Arab juga diajarkan di sekolah-sekolah negeri. Sebagai sampel, di Jawa Timur tidak kurang dari 350 SMU negeri dan swasta. Kebutuhan tenaga kerja dan hubungan perdagangan dengan negara-negara Timur Tengah meningkatkan kebutuhan penguasaan bahasa Arab. Selain itu, dalam bidang seni-budaya, banyak warisan karya sastra melayu yang ditulis dalam bahasa Arab. Dalam zaman sekarang seni kaligrafi dengan huruf Arab berkembang pesat, dan group musik Arab (Qasidah dan sholawat) juga meningkat. Atas dasar ini kiranya tepat jika bahasa Arab diberi kedudukan sebagai bahasa agama dan bahasa budaya (Islam) selain bahasa asing.</p>
<p style="text-align:justify;">Kebutuhan nasional penguasaan bahasa Arab dalam masyarakat global sekarang sangat tinggi. Akan sangat ideal seandainya bahasa Arab dapat dikuasai seperti penguasaan bahasa kedua. Tetapi  ini akan bertabrakan dengan kepentingan nasional lainnya yang  lebih tinggi prioritasnya, yaitu pengembangan bahasa  Indonesia sebagai alat persatuan dan kesatuan nasional. Telah dilakukan kajian, antara lain, menjadikan bahasa asing sebagai bahasa pengantar di sekolah, tetapi tampaknya tidak dapat dilaksanakan karena berbagai kendala yang ada (Dardjowidjojo, 1998). Akan tetapi hal tersebut sangat berkebalikan dengan bahasa Arab yang dipakai sebagai bahasa pengantar perkuliahan di Ma’had ’Aly Hasyim Asy’ari Ponpes. Tebuireng. Di lembaga ini tidak ada kendala sama sekali ketika bahasa Arab dijadikan sebagai bahasa pengantar perkuliahan. Justru sangat mendukung pemahaman mahasantri, karena literatur yang digunakan kebanyakan menggunakan bahasa Arab.</p>
<p style="text-align:justify;">Menghadapi gagasan modernisasi tersebut, respon dunia pendidikan Ma&#8217;had &#8216;Aly tampak terbelah. Sebagian Ma&#8217;had &#8216;Aly menolak materi dari pemerintah, materi umum, karena dianggap bakal mengancam eksistensi pendidikan khas Ma&#8217;had Aly. Khas lain lebih menerapkan &#8221;kebijakan hati-hati&#8221; <em>(cauntinous policy)</em>, tetapi sebagian besar Ma&#8217;had &#8216;Aly memberikan respon adaptif dengan mengadopsi sistem perkuliahan (baik berbentuk materi agama maupun umum) meskipun sebagai konsekuensi logis melepaskan bagian esensial dari fungsi tradisional mereka sebagai lembaga perguruan tinggi yang melakukan transfer ilmu-ilmu agama <em>(tafaqquh fi al din)</em> dan nilai-nilai agama islam <em>(islamic values) </em>(M. Sulthan Masyhudi dkk, 2003:iii-iv).</p>
<p style="text-align:justify;">Berdasar pemikiran diatas, maka perlu dicarikan sebuah terobosan baru yang sistematis sebagai sebuah solusi baru untuk menghasilkan konsep yang mengakar pada basis epistemologis yang kuat untuk pesantren terutama di Ma’had ‘Aly dalam pengembangan <em>kurikulum pengajaran bahasa Arab</em>, sehingga lulusan Ma’had ‘Aly benar-benar bisa menjawab tantangan zaman dan mampu memenuhi kebutuhan ummat. Oleh karena itu, penulis percaya bahwa penelitian mengenai impelementasi pembelajaran berbahasa Arab ini perlu dilakukan. Dan dari sinilah pentingnya dibentuk lembaga yang secara khusus intens mempersiapkan kader-kader ulama yang memiliki integritas ilmiah, amaliah dan khuluqiyah yang mumpuni.</p>
<br />Filed under: <a href='http://paksalam.wordpress.com/category/hoeda-salam-mahad-aly-hasyim-asyari-pp-tebuireng/'>Hoeda Salam, Ma'had 'Aly Hasyim Asy'ari PP. Tebuireng</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/paksalam.wordpress.com/434/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/paksalam.wordpress.com/434/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/paksalam.wordpress.com/434/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/paksalam.wordpress.com/434/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/paksalam.wordpress.com/434/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/paksalam.wordpress.com/434/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/paksalam.wordpress.com/434/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/paksalam.wordpress.com/434/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/paksalam.wordpress.com/434/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/paksalam.wordpress.com/434/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/paksalam.wordpress.com/434/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/paksalam.wordpress.com/434/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/paksalam.wordpress.com/434/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/paksalam.wordpress.com/434/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=paksalam.wordpress.com&amp;blog=5968664&amp;post=434&amp;subd=paksalam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://paksalam.wordpress.com/2010/07/24/urgensi-bahasa-di-mahad-aly-tebuireng/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d2d92814ac2b4145ec80b27469721777?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">Pak Salam</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://paksalam.files.wordpress.com/2010/07/kepala-sekolah.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Belajar Tiada henti</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tips Membaca</title>
		<link>http://paksalam.wordpress.com/2010/06/18/tips-membaca/</link>
		<comments>http://paksalam.wordpress.com/2010/06/18/tips-membaca/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Jun 2010 15:07:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>paksalam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hoeda Salam, Ma'had 'Aly Hasyim Asy'ari PP. Tebuireng]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://paksalam.wordpress.com/?p=390</guid>
		<description><![CDATA[Apakah Anda senang dan rajin membaca? Pertanyaan tersebut sederhana, tetapi jawaban setiap orang pasti berbeda-beda. Membaca artikel di internet sama halnya dengan membaca sebuah buku, majalah dan lain sebagainya yang sering kita jumpai dalam kehidupan kita. Membaca setiap artikel haruslah aktif ( dalam arti bagaimana menyerap “Gizi” setiap artikel di internet, buku, majalah dsb. secara [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=paksalam.wordpress.com&amp;blog=5968664&amp;post=390&amp;subd=paksalam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-396" title="Tips Membaca" src="http://paksalam.files.wordpress.com/2010/06/crim0141.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" width="150" height="112" />Apakah Anda senang dan rajin membaca? Pertanyaan tersebut sederhana, tetapi jawaban setiap orang pasti berbeda-beda. Membaca artikel di internet sama halnya dengan membaca sebuah buku, majalah dan lain sebagainya yang sering kita jumpai dalam kehidupan kita. Membaca setiap artikel haruslah aktif ( dalam arti bagaimana menyerap “Gizi” setiap artikel di internet, buku, majalah dsb. secara maksimal)</p>
<p style="text-align:justify;">Ungkapkan tersebut diilhami oleh gagasan <em>Ron Hubbard, Montimer J. Adler</em>, dan<em> Collin Rose.</em> Ketiga tokoh tersebut memberi inspirasi dengan seabrek ”cara belajar” yang lain dari yang lain. Membaca adalah belajar. Istilah ”active reading” ini sangat menarik. Istilah tersebut mengingatkan saya tentang pentingnya ”active listening”.</p>
<p style="text-align:justify;">Ada pernyataan dan tips-tips yang menarik dari sebuah buku, <em>Andaikan Buku itu Sepotong Pizza</em>” karangan Hernowo, yang bisa memberikan masukan kepada kita, tentang bagaimana membaca yang baik. Diantaranya adalah:</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em>Pertama</em></strong>, bertanyalah kepada diri Anda sendiri saat punya kemauan membaca atau, kebetulan, sedang membawa buku untuk dibaca. Apa mamfaat membaca bagiku? Dengan membiasakan bertanya seperti itu, ada kemungkinan Anda kemudian dapat mengawali pembacaan dengan sesuatu yang membuat Anda langsung menemukan manfaat yang luar biasa bagi diri Anda.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em>Kedua</em></strong>, ketika mulai membaca, cobalah untuk membiasakan diri tidak melewatkan satu kata pun yang tidak Anda mengerti. Satu-satunya alasan seseorang berhenti membaca, atau menjadi bingung (tidak melanjutkan pembacaanya), adalah karena dia telah melewatkan kata yang tidak kita pahami.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em>Ketiga</em></strong>, ambillah jeda. Hindari untuk terus-menerus membaca. Manfaatkan waktu jeda untuk mengistirahatkan, terutama, mata dan potensi berpikir Anda.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em>Keempat</em></strong>, ”ikatlah” makna. Berapapun halaman yang Anda baca, biasakanlah untuk ”merekam” makna-makna yang tiba-tiba menyerbu fikiran kita. Apabila Anda suka, gunakanlah peta pikiran yang memudahkan kita dalam mengingat sesuatu.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em>Kelima</em></strong>, usakan jangan berhenti bertanya saat membaca. Apa ya, yang baru saja saya dapatkan dari halaman ini? Apa sih gagasan inti yang disampaikan oleh penulis? dsb.</p>
<p style="text-align:justify;">Akhir kata, selamat membaca dan berkreatifitas dengan sesungguhnya. Apabila ada kritik dan saran tentang tulisan saya, silahkan berikan komentar dan kirimkan ke blog saya. Semoga artikel-artikel saya bermanfaat.</p>
<p style="text-align:justify;"><em><strong>Referensi : <em>Andaikan Buku itu Sepotong Pizza</em>”  Hernowo</strong></em></p>
<br />Filed under: <a href='http://paksalam.wordpress.com/category/hoeda-salam-mahad-aly-hasyim-asyari-pp-tebuireng/'>Hoeda Salam, Ma'had 'Aly Hasyim Asy'ari PP. Tebuireng</a> Tagged: <a href='http://paksalam.wordpress.com/tag/pendidikan-islam/'>Pendidikan Islam</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/paksalam.wordpress.com/390/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/paksalam.wordpress.com/390/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/paksalam.wordpress.com/390/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/paksalam.wordpress.com/390/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/paksalam.wordpress.com/390/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/paksalam.wordpress.com/390/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/paksalam.wordpress.com/390/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/paksalam.wordpress.com/390/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/paksalam.wordpress.com/390/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/paksalam.wordpress.com/390/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/paksalam.wordpress.com/390/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/paksalam.wordpress.com/390/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/paksalam.wordpress.com/390/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/paksalam.wordpress.com/390/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=paksalam.wordpress.com&amp;blog=5968664&amp;post=390&amp;subd=paksalam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://paksalam.wordpress.com/2010/06/18/tips-membaca/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d2d92814ac2b4145ec80b27469721777?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">Pak Salam</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://paksalam.files.wordpress.com/2010/06/crim0141.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Tips Membaca</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bentuk Pengobatan Fisik Dan Psikis</title>
		<link>http://paksalam.wordpress.com/2010/06/18/bentuk-pengobatan-fisik-dan-psikis/</link>
		<comments>http://paksalam.wordpress.com/2010/06/18/bentuk-pengobatan-fisik-dan-psikis/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Jun 2010 15:01:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>paksalam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hoeda Salam, Ma'had 'Aly Hasyim Asy'ari PP. Tebuireng]]></category>
		<category><![CDATA[Terapi Sehat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://paksalam.wordpress.com/?p=388</guid>
		<description><![CDATA[Ketika kita sakit, segera berobat kepada ahlinya. Itulah pesan yang disampaikan Nabi Muhammad SAW kepada imatnya. Apabila memang yang ahli mengobati penyakit tersebut adalah dokter, maka periksakanlah sakit yang kita derita kepadanya. Jangan sampai kita terjebak kepada pengobatan yang dilarang Allah SWT. &#8221;Dalam memilih dokter yang cocok di hati, itu terserah pasien. Berobat ke dokter [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=paksalam.wordpress.com&amp;blog=5968664&amp;post=388&amp;subd=paksalam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-399" title="Tips Sehat" src="http://paksalam.files.wordpress.com/2010/06/tips-sehat.jpg?w=146&#038;h=150" alt="" width="146" height="150" />Ketika kita sakit, segera berobat kepada ahlinya. Itulah pesan yang disampaikan Nabi Muhammad SAW kepada imatnya. Apabila memang yang ahli mengobati penyakit tersebut adalah dokter, maka periksakanlah sakit yang kita derita kepadanya. Jangan sampai kita terjebak kepada pengobatan yang dilarang Allah SWT.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8221;Dalam memilih dokter yang cocok di hati, itu terserah pasien. Berobat ke dokter merupakan bentuk ikhtiyar seseorang kepada Allah dalam mencari penyembuhan,&#8221; Kata H. Ahmad Thoha, MA. Dahulu, ketika Rasulullah Muhammad SAW sedang sakit, beliau berobat ke seorang tabib. Sebab, saat itu tabiblah yang dianggap memiliki kemampuan untuk mengobati penyakit.</p>
<p style="text-align:justify;">Namun, lanjut beliau, Nabi Muhammad SAW juga memiliki bentuk pengobatan sendiri. Hal itu pernah dilakukan Nabi Muhammad ketika menjenguk salah seorang ummatnya yang sakit. Kemudian Nabi meletakkan tangan beliau di kening ummat yang sakit tersebut sambil membaca beberapa doa.</p>
<p style="text-align:justify;">Bentuk pengobatan tersebut bisa dilakukan secara fisik maupun psikis. Ada kemungkinan dan tentunya atas ijin Allah SWT, penyakit yang diderita bisa sembuh. &#8221;Secara psikis, orang yang sakit tersebut harus berserah diri kepada Allah agar bisa sembuh, &#8221; tutur Pengasuh PP. Darussalam Lawang Malang.</p>
<p style="text-align:justify;">Selain itu, ada bentuk pengobatan yang lain, sebagaimana yang sudah dilakukan oleh Ust. Masdhanu. Beliau adalah pengasuh acara Bengkel Hati di salah satu stasiun TV. Pengobatan yang dilakukan oleh Ust. Masdhanu merupakan pengobatan psikis. Pengobatan secara psikis dilakukan dengan cara memperbanyak taubat (istighfar) kepada Allah SWT atas kesalahan yang diperbuat, shalat lima waktu dengan tertib, shalat tahajud di sepetiga malam yang akhir, serta berbuat baik kepada sesama.</p>
<p style="text-align:justify;"><em><strong>Referensi: </strong><strong>Religi Jawa Pos, Jum&#8217;at 31 Juli 2009 .</strong></em></p>
<br />Filed under: <a href='http://paksalam.wordpress.com/category/hoeda-salam-mahad-aly-hasyim-asyari-pp-tebuireng/'>Hoeda Salam, Ma'had 'Aly Hasyim Asy'ari PP. Tebuireng</a> Tagged: <a href='http://paksalam.wordpress.com/tag/terapi-sehat/'>Terapi Sehat</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/paksalam.wordpress.com/388/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/paksalam.wordpress.com/388/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/paksalam.wordpress.com/388/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/paksalam.wordpress.com/388/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/paksalam.wordpress.com/388/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/paksalam.wordpress.com/388/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/paksalam.wordpress.com/388/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/paksalam.wordpress.com/388/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/paksalam.wordpress.com/388/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/paksalam.wordpress.com/388/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/paksalam.wordpress.com/388/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/paksalam.wordpress.com/388/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/paksalam.wordpress.com/388/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/paksalam.wordpress.com/388/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=paksalam.wordpress.com&amp;blog=5968664&amp;post=388&amp;subd=paksalam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://paksalam.wordpress.com/2010/06/18/bentuk-pengobatan-fisik-dan-psikis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d2d92814ac2b4145ec80b27469721777?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">Pak Salam</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://paksalam.files.wordpress.com/2010/06/tips-sehat.jpg?w=146" medium="image">
			<media:title type="html">Tips Sehat</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
