Ma’had Aly Sebagai Solusi

Ditengah deru modernisasi dengan segala kompleksitasnya, pesantren dipaksa melakukan pembaharuan terhadap muatan pendidikannya. Pemaksaan pembaharuan itu semakin dirasa perlu terlebih dengan menjamurnya pendidikan berlabel internasional. Hal ini tentu saja menyebabkan persaingan kualitas pesantren dan pendidikan di luar pesantren semakin ketat. Karena itu, apabila pesantren ingin tetap mendapat pilihan dimata masyarakat maka pesantren harus melakukan pembenahan, baik dari segi manajemen, kurikulum, sarana prasarana, serta faktor penunjang lainnya.

Sebenarnya, corak pendidikan Islam bukan hanya pesantren saja. Di Indonesia pemerintah juga mendirikan UIN, IAIN, STAIN dengan bangunan dan fasilitas yang cukup megah. Namun ketiga lembaga yang diharapkan mampu menjembatani nilai dan ajaran pesantren dengan metodologi sains yang lebih modern itu tidak berfungsi secara optimal. Pada saat yang sama, pesantren yang masih sangat tradisional juga tidak kalah memprihatinkan.banyak pesantren tradisional dengan fasilitas seadanya dan jauh dari sentuhan modern.

Disinilah perlunya dilakukan penyelarasan tradisi dan modernitas di tengah dunia pesantren. Dalam hal ini diperlukan adanya pembaharuan di pesantren, terutama mengenai metodologi pengajarannya, namun pembaharuan ini tidak harus meninggalkan praktek pengajaran lama, karena memang disinilah karakter khas dan indegenousitas pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam di Indonesia. Justru yang perlu dilakukan adalah, adanya konfigurasi sistemik dan kultural antara metodologi tradisional dengan metodologi konvensional modern. Dengan demikian, penerapan metodologi pengajaran modern dan pembangunan kultur belajar yang dialogis-emansipatoris bisa seirama dengan watak asli dari kultur pesantren.

Untuk itu, adanya program Ma’had Aly kiranya menjadi solusi atas problem tersebut. Ma’had Aly akan mengisi kekurangan UIN, IAIN, STAIN dalam hal penguasaan kitab kuning (al-Turats) buah karya ulama mutaqadimin, maupun kitab kontemporer sebagai buah karya ulama mutaakhirin. Pada saat yang bersamaan, Ma’had Aly juga menguasai metodologi pendidikan modern yang hal ini tidak dikuasai oleh pesantren tradisional. Sehingga nantinya Ma’had Aly bisa mengintegrasikan sebagai cendikiawan yang berakhlakul karimah, tawadlu, sholih sebagaimana khas ulama salaf, juga Ma’had Aly bisa mempromosikan sebagai cendikiawan yang menguasai sains dan metodologi modern khas perguruan tinggi di dunia.

  1. Belum ada komentar.
  1. Belum ada trackback.
Anda harus masuk untuk mengirim sebuah komentar.
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.